Hari ini akan mengunjungi Ranu Pani, sebuah
danau (ranu) seluas 4 hektar tempat yang berada di kaki Gunung Semeru
yang juga merupakan salah satu tempat tinggal suku Tengger. Sebelumnya
kami mengunjungi tuan rumah Daihatsu Malang dan mendapat sambutan yang
cukup meriah. Menjelang siang kami berangkat melalui daerah Kabupaten
Lumajang. Walau jaraknya cukup dekat, berdasarkan data GPS adalah
sekitar 51 km, namun untuk menuju kesana ternyata harus melalui jalan
yang melingkar dan berliku. Ditambah dengan kondisi jaln yang berbatu
dan rusak.
Saat perjalanan, kami cukup senang ketika melihat penampakan Gunung
Semeru dari kejauhan. Namun keberadaan Gunung tersebut kadang ada,
kadang menghilang. Kadang berada di kiri jalan, kadang ada di kanan
jalan. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang berliku-liku (jangan
berpikiran mistis dulu :))
Hari mulai
gelap saat memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana
Ranu Pani berada. Selain Ranu Pani ada juga danau lain yang berada di
kawasan taman nasional ini yaitu Ranu Kumbolo. Pasti ingat kalau sudah
nonton film 5 CM. Ya betul, tempat tersebut adalah salah satu tempat
syuting film tersebut.
Dan akhirnya sekitar jam 7 malam kami tiba di Ranu Pani. Segera kami
semua menggunakan jaket tebal karena dingin sudah mulai menusuk tulang.
Kami disambut oleh tokoh masyarakat setempat dan langsung disiapkan
hidangan santap malam. Tanpa sungkan kami pun melahap dengan nikmat.
Segera setelah itu kami siap-siap untuk menginap di tenda yang sudah
disiapkan ditepi danau Ranu Pani. Kami menyebutnya tenda sejuta bintang,
karena langit sangat cerah saat itu dan jutaan bintang begitu bersinar
di atas langit. Segera kami abadikan momen indah dengan mengambil tripod
untuk mendapat hasil yang maksimal.

- Malam Sejuta Bintang
- Setelah
selesai acara hunting foto, acara dilanjutkan dengan api unggun di tepi
danau. Beberapa teman sudah banyak yang tidur. Menjelang tengah malam
saya pun mulai memasuki tenda untuk beristirahat. Dingin semakin
menusuk. Jaket dan sarung tangan tidak sanggup menahan dingin yang
mencapai sekitar 5 derajat celcius itu.
Walau kantuk masih mendera, terpaksa diabaikan karena mendengar suara
teman-teman yang sudah bangun di pagi hari untuk mengejar sunrise.
Dengan wajah bantal kupaksakan untuk ikut bangun agar tidak melewatkan
momen sesaat itu. Alangkah kagetnya ketika keluar tenda langsung
disajikan pemandangan indah Danau Ranu Pani karena semalam ketika datang
sudah gelap dan tidak melihat kondisi danau secara keseluruhan.
Setelah
puas mengeksplorasi Danau Ranu Pani, kemudian kami berkeliling di
sekitar danau, termasuk berinteraksi dengan penduduk setempat dan
beberapa pendaki yang akan naik ke Gunung Semeru. Dan ketika sampai atas
kita melihat danau secara keseluruhan dan melihat tenda-tenda kecil
tempat menginap kami tadi malam.Melihat
keindahan dan ketenangan salah satu “surga tersembunyi” ini rasanya
ingin lebih lama tinggal di tempat ini, namun jadwal sangat padat dan
destinasi lain sudah menanti untuk dikunjungi. Tepat pukul 10 pagi,
setelah memberikan sedikit kenang-kenangan berupa peralatan kebersihan
untuk penduduk Desa Ranu Pani, kami beriringan kembali menuju destinasi
berikutnya : Baluran.

