Friday, October 3, 2014

Terios 7 Wonders : [Day-1] Manado - Torosiaje : Perjalanan Panjang 668 km Selama 18 jam



Aku tergelak dalam nuansa senang
Fajar temaram menyuguhkan keindahan alam
Siapa pencipta engkau nan indah

Fajar di lokon terlihat menggoda
Pusaran awannya bak alur kehidupan
Berputar melingkar dengan damai

Ku seruput secangkir kopi sembari tersenyum
Kenikmatan lukisan tuhan
Tak sebanding dengan secangkir kopi

Perjalanan tetap berlanjut
Meski enggan berpisah denganmu
Fajar di lokon terlihat menggoda

(Ahmad Faruq)

Seorang teman langsung membuatkan puisi di atas ketika foto pemandangan Gunung Lokon Manado saya upload di twitter. Foto di atas merupakan pemandangan Gunung Lokon yang saya ambil dari lantai 6 Hotel Aryaduta saat siap-siap berangkat menuju acara opening ceremony ekspedisi "Amazing Celebes Heritage" di Daihatsu Malalayang, Manado.



Hari ini 2 Oktober 2014 adalah hari dimulainya ekspedisi tahunan #Terios7Wonders. Kami disambut oleh tarian Kawasaran dari Minahasa. Tarian ini menyuguhkan ketangguhan prajurit kerajaan dalam menghadapi musuh dalam peperangan. Dalam kesempatan tersebut akhirnya secara resmi ekspedisi Terios 7 Wonders ke-3 Episode Amazing Celebes Heritage dimulai!

Tari Kawasaran
Bersama 5 Blogger Sahabat Petualang
Dan perjalananpun dimulai !

Misi pertama adalah mengunjungi Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara Pa Dior di Tompaso. Kami disambut lagu "Maju Tak Gentar" yang dibawakan oleh alat musik tiup dari bambu yang berbentuk seruling dan terompet yang terbuat dari logam. Kami mencoba untuk meniup seruling tersebut tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan, berkali-kali mencoba ternyata sulit juga. Ternyata perlu trik khusus untuk memainkan alat musik ini.


Alat tiup dari bambu dan logam yang unik
Inilah terompet terbesar di dunia
Tercatat dalam Guiness World Record
Namun ada satu yang membuat bangga, yaitu di tempat ini terdapat terompet raksasa yang ternyata merupakan terompet terbesar di dunia dan masuk Guiness World Record. Selain terompet terdapat juga kolintang terbesar dan 5 jenis atraksi yang masuk dalam rekor dunia. Jadi totalnya ada 7 rekor, persis seperti 7 wonders.

Pusat Kebudayaan ini juga menyajikan beberapa kebudayaan khas Sulawesi Utara seperti adanya Rumah Tenun Kain Pinatewengan, yang menerangkan proses pembuatan tenun dari benang hingga menjadi kain. Ternyata rumit juga ya, perlu 3 minggu untuk pembuatan 1 kain secara tradisional. 

Ada juga Wale (Rumah) Anti Narkoba yang memberikan edukasi tentang bahaya narkoba. Ketika masuk dan melihat dampak narkoba bagi manusia, jangankan ingin mencoba, menyentuhnya saja tidak ingin sama sekali. Ditampilkan juga beberapa artis internasional yang menjadi korban narkoba seperti Michael Jackson, Whitney Houston dan Marilyn Monroe dalam bentuk poster. Ada juga daftar orang-orang terkenal yang menjadi korban keganasan narkoba.

Setelah berkeliling pusat kebudayaan, kami disuguhi makan siang khas manado, tentu dengan sambal khas rica-rica sambil diiring lagu-lagu yang dibawakan oleh alunan musik dari bambu.

Namun karena perjalanan masih panjang, akhirnya kami harus segera pergi menuju destinasi berikutnya. Tepat pukul 14.00 kami meninggalkan Tompaso menuju Kawangkoan, Bintauna, Isimu, Marissa dan akhirnya sampai juga di Torosiaje pada pukul jam 07.00 pagi.

Perjalanan 18 jam menempuh 668 km melalui jalan berliku, menaiki tanjakan terjal dan turunan curam. Melewati desa-desa terpencil di Sulawesi Utara yang jauh dari keramaian kota, bahkan jaringan internet pun tidak ada. Kami hanya istirahat saat waktu sholat, makan malam dan mengisi bahan bakar. Namun rasa penat hilang begitu melihat pemandangan-pemandangan yang indah saat kami lewati. 

Menempuh berbagai medan
Dan saat menginap di atas Terios rasa pegal tidak begitu terasa karena rasa nyaman yang kami dapatkan saat berada didalamnya. Suspensi yang empuk, AC yang sejuk dan head unit yang menyajikan lagu-lagu kesayangan menjadi teman sejati sepanjang perjalanan.

Berikutnya destinasi yang tidak kalah hebat sudah menanti yaitu Kampung Bajo, sebuah desa yang berada di atas laut. Nantikan segera reportasenya.

foto : koleksi pribadi


     
   


0 comments:

Post a Comment