Monday, October 20, 2014

Terios 7 Wonders : [Day-11] Galeri Photo Taman Laut Wakatobi

Ikan karang sedang bercengrama dengan ikan kecil di sekitar taman laut
Hari ke-11 ekspedisi Terios 7 Wonders rencananya kami akan kembali ke Wanci, ibukota dari Wakatobi. Namun sebelumnya masih akan dilakukan fun dive ke-4 di sekitar Pulau Tomia. Sementara rekan-rekan blogger lainnya mengeksplorasi kekayaan alam di darat, saya dan Prue beserta tim ADM akan mencoba tempat diving yang bernama Alley Reef.

Hanya memerlukan sekitar 10 menit dari Dermaga Tomia kita sudah sampai di lokasi tujuan. Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi. Dokter Yudi menjelaskan bahwa Alley Reef adalah tempat yang berbentuk seperti gunung namun memanjang, kadang ada arus yang cukup deras di kedua sisinya. Namun kelebihan dari adanya arus ini adalah banyak ikan yang ada disekitarnya. Jadi jika tidak ada arus, dapat dipastikan ikannya juga hanya sedikit.

Dokter Yudi segera mengecek kondisi di dalam laut dengan melakukan snorkeling. Layaknya seperti penyelam ulung dia segera masuk dan tidak lama kemudian muncul dan memberikan tanda dengan jari yang menghubungkan ujung jempol dan telunjuk yang berarti oke. 

Saya sendiri yang sudah siap dengan segala peralatannya langsung nyemplung ke dalam laut yang masih dingin. Buddy saya David Setiawan juga sudah siap. Kami segera turun dan menyusuri sisi gunung yang dipenuhi dengan koral beraneka warna. Juga ikan-ikan yang berseliweran seakan tidak peduli akan kehadiran kita. Ada juga schooling atau sekelompok ikan kue yang berenang sambil bergerombol. Sampai seorang instruktur memberikan tanda dengan mengetuk tabung dengan tongkatnya memberi tahu ada seekor penyu raksasa yang sedang lewat. Segera beberapa penyelam mengikutinya, termasuk saya. Penyu yang jika di darat berjalan lambat, tapi ketika di laut mereka berenang cepat, saya pun tidak sanggup menyusulnya.

Hingga tiba di ujung gunung dan saatnya mengitari untuk berbalik arah. Nah saat berbalik arah ini arus mulai terasa. Jika sisi sebelumnya kita didorong arus, sekarang berbalik arah menjadi melawan arus. Kaki sudah berusaha mengayuh fin dengan cepat, namun arus terlalu deras, jadinya malah mundur. Instruktur memberi perintah untuk berpegangan pada karang dan berhasil. Setelah dirasa arus melemah perjalanan kembali dilanjutkan. Namun tiba-tiba arus kembali menguat, sementara pegangan karang sudah jauh. Saya terbawa arus, Prue yang melihat saya hanyut mencoba agar saya mengayuh terus. Jarak saya dan Prue semakin jauh. Rasanya tidak mungkin Prue menarik tangan saya, karena jika ia lakukan akan sama-sama hanyut. Akhirnya saya pasrah. Berhenti mengayuh karena sudah lelah dan memberi tanda jempol ke atas kepada Prue. Cukup lama terbawa arus, persediaan oksigen mendekati titik kritis 50 bar. Hati cukup lega ketika melihat ke atas bayangan permukaan laut sudah terlihat. Dengan sisa-sisa tenaga mencoba safety stop terlebih dahulu di kedalaman 3 meter dan setelah 3 menit pelan-pelan mengembangkan BCD sehingga otomatis naik ke permukaan laut.

Segera menyipitkan mata untuk mencari perahu dan mereka segera menemukan saya, kemudian melemparkan tali untuk ditarik. Setibanya di perahu belum ada yang naik. Duh ternyata saya lah yang pertama kali naik ke perahu setelah sebelumnya belum pernah naik yang pertama kali.

Alley Reef benar-benar memberikan kesan yang mendalam selama saya melakukan diving. Alley Reef yang kedengarannya jadi ALI REEF versi saya adalah singkatan dari ARUS LIAR !!!

Tidak berapa lama segera bermunculan diver lainnya, bahkan ada yang jauh sekali terbawa arus. Namun berkat kesigapan petugas jaga perahu mereka langsung terlihat dan perahu segera menjemputnya. Setelah semua naik kami segera kembali ke darat, bergabung kembali dengan tim darat yang mengeksplorasi keindahan di atas laut. Mereka menemukan goa, benteng dan berkunjung ke Suku Bajo. Ternyata memang suku ini ada dimana-mana.

Setelah makan siang, kami segera bersiap-siap untuk mengarungi lautan selama 4 jam menuju Pulau Wangiwangi, untuk menginap di sebuah resort yang indah di tepi pantai.

Pulau Tomia di Wakatobi menyimpan kenangan yang luar biasa. Keindahan taman lautnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Berikut ini beberapa foto hasil capture dari video yang direkam oleh Verly. (Klik gambar untuk memperbesar).


Ikan-ikan berseliweran di atas taman laut

Segerombolan ikan sedang berenang bersama atau schooling

Semoga taman laut yang indah ini tetap terjaga dengan baik

Terumbu karang yang menjadi rumah para ikan-ikan

Bentuk karang yang unik, ada yang menyerupai otak manusia

Induk ikan badut atau nemo

Ikan ini mirip dengan yang sering kita lihat di akuarium

Mereka menyebutnya Roma karena mirip dengan colloseum

Taman Laut Wakatobi jangan sampai dirusak.


0 comments:

Post a Comment