Pulau Komodo, The Real "Wonderful Indonesia"

Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pantai Pink, dan semua tempat-tempat yang kami datangi benar-benar mencerminkan keindahan alam Indonesia

Taman Nasional Baluran

Salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur

Menjelajahi Tanah Air Beta

"...Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan ...".

3000 km Jelajah Daratan Sulawesi

Perjalanan ribuan kilometer dengan melewati seluruh propinsi di Sulawesi memang sulit untuk ditolak. Rasanya ini akan menjadi petualangan yang paling jauh yang pernah dilakukan.

Mengunjungi Habitat Orangutan di Taman Nasional Sebangau

Tidak mudah untuk menemukan keberadaan orangutan tersebut. Kita harus sabar menunggu mereka keluar untuk beraktifitas.

Tuesday, April 16, 2013

Menggapai Harapan di Pulau Harapan

Trip kali ini akan mengunjungi Pulau Harapan, sebuah pulau di antara gugusan Kepulauan Seribu. Selama ini saya sering traveling ke berbagai tempat tapi mengunjungi Kepulauan Seribu baru kali ini. huhu..

Janjian dengan teman-teman untuk berkumpul di Pelabuhan Muara Angke jam 06:00 pagi, namun karena satu dan lain hal saat tiba di lokasi waktu sudah menunjukkan 06:59. Wah telat banget ya. Dan ternyata setelah tiba di pelabuhan kapal yang akan ditumpangi sudah penuh. Agak shock juga melihatnya karena banyak sekali orang sampai ada yang bergelantungan di dek kapal, seperti naik kopaja aja ya. Otak langsung berpikiran yang nggak-nggak. Begitu pula saat masuk dek, semua orang tumplek blek disana, seperti imigram-imigran gelap yang akan mencari suaka ke Australia. Pelampung sudah berubah fungsi menjadi alas duduk dan alas tidur. Waduh gimana ini kalau terjadi sesuatu...

Tapi sudahlah, the trip must go on, tali penambat sudah dilepaskan, jangkar sudah diangkat dan kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan tepat jam 07:30. Yang bisa dilakukan adalah berdoa agar selamat sampai tujuan.

Dan ketika saya tanya ABK kira-kira jam berapa tiba di Pulau Harapan dia menjawab sekitar jam 11.00. Satu jam perjalanan ombak masih tenang, namun pada detik berikutnya ombak mulai tinggi. Berayun-ayun seperti wahana kora-kora di Dunia Fantasi, beberapa orang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin, terlihat ada mual dan mulai mengeluarkan jackpot (*muntah). Pemandangan di depan mata, seseorang tiba-tiba muntah dan muntahannya tepat mengenai temannya yang sedang tidur dibawahnya. Wah double tuh jackpot-nya.

Saat singgah di Pulau Pramuka beberapa orang siaga, penggalang dan pembina, turun :D, kondisi kapal sudah agak lowong, sudah bisa rebahan dan tidak terlalu padat seperti sebelumnya. Ombak juga sudah mulai bersahabat, namun matahari sudah mulai menampakkan kekuasaannya. Puanassss. Ubek-ubek tas nyari sunblock. Dan tepat pukul 11:00 seperti perkiraan ABK tadi kapal tiba di Pelabuhan Pulau Harapan.

Tiba di Pulau Harapan

Kami langsung menuju homestay yang sudah dipesan, cukup beruntung kami mendapat homestay yang masih dekat dengan pelabuhan, hanya selemparan batu. Setelah bersih-bersih kami langsung makan siang dengan menu makanan khas laut yang siap dilahap : sayur asem plus udang goreng!

Setelah maksi kami langsung siap-siap kembali melaut untuk melakukan snorkeling di beberapa spot di sekitar Pulau Harapan. Dan akhirnya byurrr... tanpa ba-bi-bu lagi kami semua terjun ke lautan. Ada yang sudah sering snorkeling, ada juga yang baru pertama kali. Jika sudah puas di suatu tempat kami pindah ke lokasi yang lainnya. Begitu seterusnya hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17:00.

Lokasi Snorkeling di sekitar Pulau Harapan

Kami harus segera kembali ke Pulau Harapan karena akan mengejar sunset. Setelah mengabadikan sunset kami kembali ke homestay untuk bersih-bersih sebelum menyantap hidangan malam plus barbeque ikan tongkol. Duh, makan lagi - makan lagi. Dan setelah makan, karena tenaga sudah lelah, akhirnya saya pamit kepada teman-teman untuk tidur terlebih dahulu, selain capek, juga mempersiapkan untuk keesokan harinya.

***

Karena tidur cepat, maka pagi-pagi sekali saya sudah bangun dan mencoba untuk mengelilingi pulau yang memiliki luas hanya sekitar kurang lebih 3 hektar. Oya kelebihan pulau ini adalah kita bisa menyaksikan sunset dan sunrise sekaligus. Jadi pagi ini saya juga bisa menyaksikan saat matahari terbit. Itulah mungkin mengapa pulau ini diberi nama Pulau Harapan, karena setelah matahari tenggelam pasti esok pagi akan terbit lagi matahari dari timur yang memberikan harapan *halah*

Saat Sunrise

Dan pagi itu saya menyaksikan matahari terbit sambil ditemani sarapan sekoteng. Ya sekoteng! Agak aneh juga sih sarapan sekoteng, tapi tetep aja laku. Setelah itu kembali ke homestay dan berkumpul dengan teman-teman untuk sarapan pagi, setelah itu kita kembali tour mengunjungi pulau-pulau yang ada disekitar Pulau Harapan.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Bulat. Menurut guide kami dulu pulau ini milik keluarga cendana, namun sekarang dikembalikan lagi dan dikelola oleh rakyat setempat. Pulau ini bagus dan terawat, pantainya jernih dan hijau. Jika ingin bermain di pantai dengan kondisi tidak panas alias teduh, ini adalah tempat yang tepat karena sebagian pantai terhalang oleh pohon-pohon yang menghalangi sinar matahari. 

Pulau Bulat

Selanjutnya kami menuju Pulau Perak. Dalam perjalanan kami juga melewati Pulau Putri yang dikelola oleh Pemda DKI Jakarta. Dipulau ini terdapat terowongan yang dapat melihat keindahan dalam laut dan berbagai atraksti watersport seperti banana boat dan kapal akuarium. Untuk memasuki pulau ini harus membayar Rp 50.000,- *skip*

Dan akhirnya kami tiba di Pulau Perak. Sama dengan pulau-pulau lainnya, pulau ini termasuk pulau kecil dengan luas tidak lebih dari 3 hektar. Pulau ini juga pantainya jernih dan dangkal, sangat cocok untuk anak-anak. Dan jika di rumah atau tetangga punya akuarium sangat cocok untuk membawakan oleh-oleh kerang yang banyak bergelimpangan di sepanjang pantai.

Satu jam kami habiskan di tempat ini dan tidak terasa harus segera kembali ke Pulau Harapan untuk mengejar keberangkatan kapal yang akan kembali ke Muara Angke pada jam 13:00

Dua hari sudah kami habiskan di Pulau Harapan ini. Puas rasanya menghabiskan weekend ditempat ini dengan biaya paket Rp 315.000 dari EO Langkah Kaki Adventure, walau perjalanan menuju ke tempat ini cukup membuat sport jantung.

Ya, semoga setelah mengunjungi pulau ini segala harapan dapat terwujud, sesuai dengan nama pulaunya.

Pulau Perak

Sunday, April 7, 2013

Curug Sawer, Bogor


Curug Sawet berada di desa Ciapus, Taman Sari Kabupaten Bogor. Lokasinya tidak jauh dari tempat wisata Curug Nangka. Dari portal penjagaan yang akan masuk ke Curug Nangka kita berbalik arah ke arah Gadog Sisi. Akan ada jalanan turunan kurang lebih 1,5 km, nah di sebelah kiri ada petunjuk untuk ke Curug Sawer, kurang lebih 300 meter dari tempat itu kita bisa menemukan curug tersebut.

Curug ini masih belum banyak dikenal seperti Curug Nangka atau Curug Luhur. Namun pemandangan yang disajikan tidak kalah menarik dari curug lainnya. Kami dari Bogor menggunakan sepeda untuk mencapai lokasi tsb. Jaraknya memang hanya kurang lebih 15 km tapi evelasinya cukup tinggi alias nanjak tiada henti. Namun segala rasa capek hilang seketika ketika sampai di tempat ini, apalagi jika langsung mandi di Curug Sawer.

Berikut foto-foto lokasi tersebut.






Friday, April 5, 2013

Malang City Tour


Hari kedua di Kota Malang saya beserta rekan2 akan mengadakan trip keliling Kota Malang alias Malang City Tour. Destinasi pertama adalah oleh-oleh khas Malang seperti keripik apel, nangka, mangga, sampai salak ternyata ada juga lho. Kami dibawa ke Toko Lancar Jaya (seperti nama bis ya :)) ada yang lucu nih, didepannya ditulis "melayani pengiriman ke seluruh dunia". Wah mantap nih pelayanannya.
Setelah selesai beli ini itu dan bertambahlah barang bawaan sebanyak 1 dus mie instant. Hadeuh semoga nggak over bagasi. Perjalanan dilanjutkan ke destinasi kedua yaitu Klenteng "Eng An Kiong" yang dibangun pada tahun 1825. Wow sudah lebih dari 1 abad ya, tapi kondisi bangunan masih terawat dan berdiri dengan megah. Kebetulan hari itu sedang diadakan upacara, jadi kita tidak boleh memasuki area sembahyang. Kalau sedang tidak upacara sebenarnya juga tidak boleh sih memasuki area itu :D Namun kita bisa memasuki area yang ada disampingnya dan memotret bagian2 dari sebelah sana.
Setelah puas foto-foto perjalanan kembali dilanjutkan dan kali ini kita mengunjungi toko "OEN" yang sudah dibangun sejak jaman Belanda tahun 1930.  Memasuki toko ini seperti terlempar ke masa lalu, dekorasinya masih menggunakan barang-barang jadul, termasuk properti seperti meja dan kursi dan juga pegawainya yang masih menggunakan pakaian seperti jaman dulu. Dan menunya pun ada yang masih dipertahankan seperti es krim khas Belanda dan makanan khas lainnya. Kita eh saya sudah siap2 duduk aja dan memesan makanan tapi ternyata skedul makan bukan disini, ah terlanjur malu jadi pura-pura meluruskan badan saja :D
Nah destinasi berikut baru ke tempat makan karena waktu sudah menunjukkan angka jam 12.00. Adapun tempat makan yang dituju adalah restoran "INGGIL". Saya cukup kaget ternyata didalam restoran  ini terdapat musium yang menampilkan barang-barang jaman dulu, peninggalan sejarah dan suvenir-suvenir cantik. Wah rasanya jika ke Malang tidak mampir ke tempat ini pasti akan rugi. Selain makanannya enak, juga menampilkan beberapa sejarah perjuangan bangsa seperti kliping koran, foto-foto jaman dahulu, wajah asli Bung Tomo dan Pak Dirman juga ada disini.
Koleksi Topeng di Resto Inggil
Koleksi Korek Api Jadul
Foto asli Bung Karno, Bung Tomo dan Pak Dirman
Serasa di tepi gunung padahal itu adalah foto ukuran besar
Iklan Rokok Jadul : Isaplah ini Roko
Saya sangat terkesan sekali dengan restoran ini, bagaimana mungkin sebuah tempat makan yang dimiliki oleh swasta memiliki peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat penting. Pemiliknya pasti seorang kolektor dan pecinta seni yang menyukai sejarah. Salut dengan pemiliknya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 sementara masih belum puas mengelilingi "musium" ini. Namun karena jadwal penerbangan 1, 5 jam lagi terpaksa meninggalkan tempat ini menuju Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Suatu saat, jika kembali ke Malang pasti akan kembali ke tempat ini.

Monday, April 1, 2013

Wisata Malam di Kota Batu



Setelah selesai mengikuti acara di Kota Malang, saya dan beberapa rekan  menyempatkan diri untuk mengunjungi Kota Batu. Kota ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari Malang. Berhawa sejuk karena berada di daerah yang cukup tinggi. Seperti Puncak kalau di Bogor atau Brastagi di Medan.

Destinasi pertama adalah mengunjungi Batu Night Spectacular (BNS). Sebuah wahana permainan seperti Dunia Fantasi namun dalam skala kecil. Tempat ini juga dihiasi oleh lampu-lampu yang berwarna-warni. Dan yang paling terkenal adalah hiasan-hiasan dari lampion garden yang berwarna-warni Dari sini juga kita bisa melihat keindahan Kota Malang di malam hari.





Harga tiket masuk hanya Rp15.000,- namun untuk masuk permainan harus membayar lagi dengan harga yang bervariasi. Saya mencoba menaiki wahana semacam roller coaster namun dalam skala level-1 alias tidak ada putaran2 yang 180 derajat. Hanya mengitari wahana dengan menggunakan kabin yang memuat dua orang. Lumayan ngeri juga karena terasa sekali goyangan-goyangan antara roda dan rel.

Ada juga wahana-wahana seperti rumah hantu, boom-boom car, rodeo, carousel, dan masih banyak arena permainan seru lainnya. Cukup menghibur bagi warga setempat jika ingin mencoba wahana seperti ini tidak perlu jauh-jauh pergi ke Dunia Fantasi.





Setelah puas mengelilingi wahana ini, perjalanan kembali dilanjut dan destinasi berikutnya adalah Alun Alun Kota Batu. Disini tempatnya ramai sekali. Awalnya mengira karena besok adalah hari libur, namun menurut pengantar dari Harris Hotel Malang memang setiap malam disini ramai seperti ini. Semakin malam semakin ramai, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00.

Kami singgah di kedai Pos Ketan Legenda 1967. Tempat ini ramai sekali oleh pengunjung yang rata-rata mahasiswa dari Malang.Banyak sekali motor parkir berjejer di sekitar alun-alun. Adapun penganan yang dijual berupa ketan yang dimodifikasi menjadi berbagai rasa. Harganya pun sangat terjangkau mulai Rp3.000 sampai Rp5.000,- Adapun menurut penjualnya setiap hari terjual kurang lebih 150 kg ketan! Wow..


Para pengunjung yang hadirpun cukup betah tinggal berlama-lama ditempat tersebut. Mereka ngobrol, tertawa-tawa, tidak terlihat yang bermain gadget seperti yang sering kita lihat di cafe2 Jakarta. Mereka cukup asyik ngobrol dan bersosialisasi dengan temannya secara live, bahkan diantaranya ada yang asyik bermain kartu!

Dan akhirnya setelah menunggu cukup lama karena antri yang cukup banyak, pesanan kami datang dan hanya dalam waktu 10 menit sudah habis. Ya jelas saja saat makanan datang kita langsung santap dengan lahap karena waktu yang lama menunggu dan cuaca yang cukup dingin. Jadi kopi dan ketan panas yang baru datang langsung disikat. Sementara saya lihat mahasiswa2 tersebut hanya menyicip sedikit kopi dan ketan lalu dilanjut dengan ngobrol yang cukup panjang. Makanya mereka cukup betah berlama2 disana.

Waktu sudah berganti hari, pukul 12 malam sudah lewat. Berhubung besok masih ada acara akhirnya kami meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Kota Malang.