Pulau Komodo, The Real "Wonderful Indonesia"

Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pantai Pink, dan semua tempat-tempat yang kami datangi benar-benar mencerminkan keindahan alam Indonesia

Taman Nasional Baluran

Salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur

Menjelajahi Tanah Air Beta

"...Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan ...".

3000 km Jelajah Daratan Sulawesi

Perjalanan ribuan kilometer dengan melewati seluruh propinsi di Sulawesi memang sulit untuk ditolak. Rasanya ini akan menjadi petualangan yang paling jauh yang pernah dilakukan.

Mengunjungi Habitat Orangutan di Taman Nasional Sebangau

Tidak mudah untuk menemukan keberadaan orangutan tersebut. Kita harus sabar menunggu mereka keluar untuk beraktifitas.

Tuesday, February 21, 2017

Islands Hopping at Belitung by Chichi Utami

"Kalau gosip di lambeturah itu selalu ada aja yang baru walaupun orangnya itu-itu saja, di Indonesia juga tiba-tiba ada aja lokasi baru buat di-eksplore. Ngga habis-habis, bahkan untuk tempat yang sudah pernah didatangi sampai dua-tiga kali. Menyenangkan!"- Chichi Utami


Mau ngapain weekend ini? Islands hopping di Belitung gimana?

Kalau lagi cuaca bagus, “lompat-lompat” antar pulau-pulau kecil di seputaran pulau Belitung ini adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Kalau cuaca mendung, biasa-biasanya perahu-perahu yang digunakan untuk kegiatan “lompat-lompat” ini ngga mau jalan. Dari pada kenapa-kenapa kan. Masalahnya cuaca bagus atau ngga ini kayaknya tergantung amal dan ibadah masing-masing. Hehe. Hehe. Ngga ding. 😜

Menurut lokal guide waktu saya ke sana kemarin, kalau memang mau islands hopping paling aman datang ke Belitung adalah antara bulan Maret sampai dengan bulan September. Di luar itu, cuaca biasanya ngga stabil. Jadi kadang bisa berangkat kadang ngga. Saya kemarin ke Belitung bulan Oktober dan beruntung bisa berangkat islands hopping. 😁

Baca Selengkapnya

Saturday, February 18, 2017

Mengunjungi Tugu Perbatasan RI di Sabang dan Merauke by Arievrahman

"Indonesia, dengan ribuan pulau dan jutaan keindahannya, adalah sebuah negara yang tak akan habis dijelajahi seumur hidup. Kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi? "- Arievrahman

Legenda mengatakan, ada sepasang tugu kembar di ujung-ujung Indonesia, yang satu di Sabang; satunya di Merauke, yang mana keduanya dipisahkan oleh ribuan pulau-pulau yang menyambung menjadi satu, Indonesia. Sabang terletak di ujung barat Indonesia pada provinsi Daerah Istimewa Aceh, sementara Merauke terletak di ujung timur Indonesia pada provinsi Daerah Khusus Papua. Dua daerah yang mengapit 32 provinsi lainnya di Indonesia


Namun tak ada yang mengatakan, bahwa perjuangan untuk menemukan kedua tugu itu tak sesingkat lagu yang digubah oleh R. Suharjo, sebuah lagu perjuangan berjudul Dari Sabang sampai Merauke.



Friday, February 17, 2017

The Best of Flores by Barry Kusuma

"Indonesia itu ibarat kotak coklat yang isinya berbagai macam bentuk dan rasa, walaupun berbeda beda setiap destinasi di Indonesia punya kelebihan masing masing dan semuanya indah." Barry Kusuma

Flores adalah destinasi favorite saya, karena Flores punya satu paket lengkap keindahan alam maupun kekayaan budayanya yang sangat kental dan masih terjaga sampai saat ini. Buat kamu pencinta laut, kawasan Taman Nasional Komodo inilah gudangnya pantai pantai cantik dan undwerwaternya juara. Kalau kamu suka budaya, saya sarankan untuk landtrip dari Labuan Bajo sampai Larantuka dijamin bakal banyak nemuin budaya masyarakat Manggarai yang masih terjaga sampai saat ini.



Baca Selengkapnya

Monday, February 6, 2017

Sejarah yang Terlewatkan di Balik Cawan Monas



Kunjungan terakhir berwisata ke kawasan Monumen Nasional atau kerap disebut Monas termasuk melihat museum di dalamnya ketika masih jaman SMA. Saat itu bersama dengan teman satu sekolah mengadakan darma wisata mengunjungi beberapa tempat wisata di kawasan Jakarta. Tidak banyak yang berubah dari isi Museum Sejarah Nasional tersebut. Di bagian bawah masih menyajikan diorama seputar sejarah terbentuknya NKRI mulai dari jaman pra sejarah, era kerajaan, jaman kemerdekaan, pemberontakan PKI hingga bergabungnya Irian Jaya ke pangkuan bumi pertiwi.

Diawali diorama tentang manusia Indonesia purba.

Dan diakhiri diorama pembebasan Irian Barat. 

Namun ada satu episode sejarah NKRI yang terlewatkan, atau belum diupdate, yaitu peristiwa 98 yang berujung jatuhnya pemerintahan Soeharto pada waktu itu. Bagi yang mengalami peristiwa itu tentu tidak akan terlupakan dan berharap tidak terulang lagi. Diawali dengan berbagai demo yang diinisiasi oleh para mahasiswa di berbagai universitas, hingga terjadi peristiwa penembakan oleh aparat yang menyebabkan 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti meninggal dunia. Peristiwa ini dinilai menjadi pemicu gelombang kemarahan rakyat yang menyebabkan kerusuhan di Jakarta dan merembet ke kota-kota lainnya. Hingga akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mundur sebagai Presiden RI.




Sepedih apapun, peristiwa tersebut harus tercatat dalam sejarah, agar dapat diketahui oleh anak cucu kelak. ”Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah”. Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno pada pidato di depan MPRS, 17 Agustus 1966, yang kemudian dikenal sebagai pidato Jasmerah. Tentu dalam memaparkan peristiwa tersebut harus benar-benar netral dan murni tanpa intimidasi serta tidak merugikan pihak lain. Semoga dalam waktu dekat, peristiwa 98 segera hadir mengisi salah satu diorama di Museum Sejarah Nasional tersebut.\

Kawasan Monas sendiri sudah cukup banyak berubah dibanding ketika saya berkunjung waktu itu. Area sekitar sudah steril dari PKL dan juga tukang foto yang hanya bisa menawarkan jasanya di pintu masuk depan Istana Negara. Untuk memasuki cawan dan puncak Monas pun sekarang tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, tapi menggunakan kartu Jakarta One yang mempunyai banyak fungsi. Dapat juga digunakan untuk memasuki museum lain yang dikelola oleh Pemda DKI, bahkan bisa untuk naik Transjakarta, . Penggunaan kartu ini sangat mudah, kita tinggal isi ulang jika saldonya sudah habis, persis seperti kartu debit. 

Harga tiket terusan ke puncak Monas yang memiliki ketinggian 132 meter itu untuk anak-anak Rp.4.000,- mahasiswa Rp.8.000,- dan dewasa Rp.15.000,- Bagi yang belum mempunyai kartu Jakarta One dapat membeli langsung diloket seharga Rp.20.000,- 

View Monas dari Yello Hotel Kamar 2902. Istana Negara pun terlihat.
Saat malam pun tugu Monas menjadi berwarna-warni. Saat kami menginap di Yello Hotel Harmoni, Jalan Hayam Wuruk No.6 Jakarta, terlihat dengan jelas penampakan Monas yang berwarna ungu. Untuk mendapatkan view Monas di hotel ini kami menempati kamar 2902 di lantai 29 yang merupakan lantai paling tinggi. Kamar ini dapat dipesan saat reservasi. Dari kamar inipun dengan jelas dapat terlihat Istana Negara. Pokoknya puas deh liat Monas dari pagi, siang, sore sampe malam hari.

Suasana Monas di malam hari.