Friday, January 1, 2016

Cerita Menarik dari Masjid Baiturrahman


Ada satu cerita menarik ketika saya dan dua kawan seperjalanan mengunjungi Masjid Baiturrahman di Banda Aceh. Begitu banyak cerita seputar masjid ini ketika diterjang tsunami pada Desember 2004 lalu. Bapak sopir bentor yang saya naiki bercerita bahwa ia melihat masjid terlihat mengapung ketika air menerjang, padahal ketinggian air sudah mencapai 4 meter, namun air hanya sampai pelatarannya saja. Masjid yang menjadi landmark Kota Banda Aceh masih terlihat gagah dan berdiri tegak walau diterjang bencana tsunami tersebut.

Ketika akan berkunjung ke masjid ini saya sudah memberitahu teman bahwa jika akan masuk harus berpakaian sopan, minimal menggunakan celana panjang. Namun teman saya nekat menggunakan celana pendek kesukaannya. Dan akhirnya kejadian, teman saya yang menggunakan jaket hitam dan celana pendek selutut ditegur oleh petugas masjid. "Hei baju merah." ucapnya kepada Bram, teman saya. Padahal Bram saat itu menggunakan jaket hitam, namun  didalamnya dia menggunakan kaos berwarna..... merah!

Berbeda lagi dengan Dian, teman saya satu lagi. Dian memang menggunakan kerudung seadanya, yang hanya dililitkan dikepalanya, kadang rambutnya yang hitam terlihat. Selain itu Dian juga menggunakan celana jeans ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Tidak ada yang menegur Dian, tidak ada yang menebak daleman Dian. Tapi ketika dia akan memotret Masjid Baiturrahman tiba-tiba kameranya ngadat. Tidak bisa dinyalakan, padahal kamera tersebut terbilang baru. Mati total. Kami dibuat bingung saat itu. Ketika tiba di hotel langsung di charge curiga habis batere. Namun tetap kameranya mati.

Singkat cerita kita akan kembali ke Jakarta. Semua sudah ada didalam pesawat dan tinggal landas meninggalkan Banda Aceh. Dan ketika Dian mengutak-ngatik kameranya tiba-tiba hidup kembali! Wallahualam Bisawwab.

0 comments:

Post a Comment